PENGERTIAN ANIMASI TRADISIONAL
Animasi Tradisional adalah tehnik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini. Dinamakan tradisional karena tehnik animasi inilah yang digunakan pada saat animasi pertama kali dikembangkan. Animasi Tradisional juga sering disebut Cel Animation karena tehnik pengerjaannya dilakukan pada celluloid transparent yang sekilas mirip dengan transparansi OHP yang dulu sering digunakan. Pada pembuatan animasi tradisional, setiap tahap gerakan digambar satu per satu diatas cel.
Dengan berkembangnya teknologi komputer, pembuatan animasi tradisional ini telah dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dewasa ini, tehnik pembuatan animasi tradisional yang dibuat dengan menggunakan komputer lebih dikenal dengan istilah animasi 2 dimensi.
Contoh Animasi Tradisional:
Pinocchio
Snow White and Seven Dwarf
PERKEMBANGAN ANIMASI TRADISIONAL
Disebut animasi tradisional karena proses pengerjaan animasi tradisional belum melibatkan komputer atau teknik pengerjaannya dilakukan pada celluloid transparent dan setiap tahap gerakan digambar satu per satu diatas cel.
Sebelum berkembangannya teknologi animasi berbasis komputer, semua animasi tradisional dilakukan mengguakan tangan. Setiap satu animasi memerlukan sekitar 20 frame dan diperlukan watu serta tenaga yang bersar untuk menghasilkan sebuah animasi yang lengkap.
Animasi sendiri dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar kemudian diputar sehingga muncul efek gambar bergerak.
CARA KERJA ANIMASI TRADISIONAL
Cara kerja animasi tradisional ini yaitu gambar pertama ditampilkan pada screen, kemudian gambar kedua yang mungkin lebih kecil atau berukuran sama dengan gambar pertama di tumpuk pada gambar pertama. Proses ini diulang beberapa kali, setiap kali gambar yang baru menunjukan sedikit perubahan. Sekiranya porses ini diulang-ulang, maka ia akan terliat seperti hidup/bergerak.
CASE
Animasi sebenarnya tidak akan terwujud tanpa disadari pemahaman mengenai prinsip fundamental kerja mata manusia (The Persistance of Vision) Seperti ditunjukan pada karya Paul Roget - Perancis (1828), penemu Thaumatrope, sebuah alat yang berbentuk kepingan yang dikaitkan dengan tali pegas diantara kedua sisinya. Kepingan itu memiliki 2 gambar pada sisinya. Proses ini ditangkap oleh mata manusia dalam satu waktu sehingga mengekspose gambar tersebut menjadi bergerak.
Sedangkan Zeotrope ditemukan oleh Pierre Desvignes (1860). Zeotrope berupa selembar kertas bergambar yang di masukan pada sebuah tabung. Cara kerja Zeotrope yaitu ketika tabung tersebut diputar kita akan melihat gambar tersebut bergerak jika kita melihatnya melalui salah satu lubang yang ada di tabung tersebut.

Thaumatrope
Zeotrope



Tidak ada komentar:
Posting Komentar